Rabu, , 27 Juli 2016 - 13:00 WIB

Test Ride Vespa Primavera 150 iGet (Part III)

Begini Feeling Vespa Primavera 150 iGet di Jalanan Ibu Kota

Previous Next

JAKARTA, DS. Dari ulasan-ulasan sebelumnya DS udah maparin gimana kesan Vespa Primavera 150 iGet dari teman-teman komunitas dan mekanik Vespa yang terbilang handal di bidangnya, bray. Nah, kali ini tim DS enggak mau kalah, pengen juga ngebuktiin bagaimana rasanya skuter legendaris ini dijajal langsung di jalanan ibu Kota dengan teknologi dan beberapa perbedaannya dari model sebelumnya, bray. Cekidot...

Untuk sesi pengetesan kali ini, tim DS secara langsung membawa skuter ini keliling ibu Kota Jakarta, dengan frekuensi kecepatan yang gak ditentukan. Hal ini karena tim DS pun penasaran dengan penyataan teman-teman komunitas dan mekanik, yang sebelumnya udah kita ajak buat ngerasain Vespa dengan teknologi barunya, Italian Green Experience Technology (iGet).

Langsung aja, putar kunci kontak speedometer secara langsung ngasih detail informasi dan ECU langsung membuat semua sensor terhubung. Tapi di sini emang kelihatan jelas, indikator lampu ABS (Anti-Lock Braking System) pada panel sama sekali enggak menyala ketika pertama kali kunci kontak dalam keadaan on standby, bray. Buat sebagian skuterist, pastinya agak bingung, kan. Why? Untuk informasi lainnya, seperti mode trip dan jam yang berbentuk digital.

Saat pengetesan berlansung, tester dengan profil badan 165/70 ngerasa saddle atau jok lumayan empuk, tapi untuk kedua sokbreker depan dan belakang terasa bantet. Hal ini begitu terasa ketika melibas kondisi jalanan yang gak rata. Tapi ketika menikung, manuver-nya emang enak banget, motor tetap tegap sama sekali enggak ada goncangan dari kedua sok depan-belakang.

Bagi pengendara awam sama Vespa, pasti bakal ngira kemudi yang landai dan tinggi, sehingga riding selama 1 jam aja tangan udah pegal. Kalo kata mekanik-mekanik yang biasa nanganin Vespa Primavera, tabung sok depan lebih tinggi dibanding sok depan Vespa Primavera sebelumnya. Tapi enak untuk riding santai. Untuk bagian belakang, skuter ini dikebali sok dengan fitur adjustable preload with 4 settings, bray. Jadi bisa diatur kekerasnya, deh.

Pengereman cukup mumpuni karena udah didukung sistem ABS. Tester hanya tinggal tekan handle sebelah kiri, sistem pengereman roda depan dan belakang bekerja cukup optimal. Tapi memang sayang, rem bagian depan emang kurang begitu yahud, laju motor kayak gak ada hentinya, bray.

Di kondisi macet, Vespa Primavera terbilang mudah dikendalikan meskipun ciri khas skuter ini punya bobotnya yang berat dengan bodi monochrome, kemudahan juga bisa teratasi karena dimensi kedua roda depan dan belakang menggunakan tapak lebar, depan 110/80-11 dan belakang 120/80-11, aman untuk nyelap-nyelip dalam kondisi macet, bray.

Mungkin ini memang jadi ciri khas Vespa, untuk pembonceng bentuk jok agak kurang mendukung. Pasalnya, kontur jok pembonceng landai turun ke belakang sehingga buat pembonceng merasa kurang nyaman, bikin cepat pegal. Paling terasa area pinggang ke bawah. Buat ngeboncengin gebetan, sih, enggak akan berasa pegal deh si doi bisa meluk dari belakang, bray. Hehehe...

Dan jangan sekali-kali nyoba betot throttle gas secara spotan, karena agak berbahaya dengan bentuk jok bagi pembonceng, bray. Kalo enggak siap, bisa ngebuat si pembonceng celaka jatuh ke belakang. Santai aja, nikmatin suasana di atas skuter Vespa, bray.

Secara performa, dengan mesin iGet ini Vespa Primavera 150 ini cukup mumpuni, tarikannya memang responsif sekaligus halus, bray. Tapi kalo bicara kencang atau enggak, kembali pada jati diri Vespa yang menawarkan budaya terdahulunya sampai sekarang, yakni Fashionable, Enjoying dan Easy Going.

Udah ada rencana buat ngeboyong Vespa Primavera 150 iGet ini, bray? Untuk harganya, PT Piaggio Indonesia (PID) membanderolnya dengan harga Rp 36,5 juta OTR Jakarta. Ditambah dengan warna barunya ini, yaitu Grio Seta.

Spesifikasi Lengkap:
Engine  : I-Get, single cylinder, 4 strokes, 3 valves
Ignition  : Electronic injection
Capacity  : 154,8 cc
Maximum Power : 8.7 kW / 7,500 rpm
Maximum Torque : 12 Nm / 5,000 rpm
Cooling System : Forced Air
Transmission : Automatic CVT (Continuous Variable Transmission)
Front Suspention : Single arm with helical spring and single double-acting hydraulic shock absorber
Rear Suspention : Shock absorber with adjustable preload with 4 settings
Front Brake : 200-mm disc brake
Rear Brake : 140-mm drum brake
Front  : Tire Tubeless 110/70 – 11”
Rear  : Tire Tubeless 120/70 – 11”
Dimensions : 1.852 mm/680 mm
Wheel Base : 1,334 mm
Seat Height : 780 mm
Fuel Capacity : 8.5 L
Emission  : Euro 3

Komentar

Form Komentar

Community

Selalu Ada Cerita Menuju Kemerdekaan
KUTU Community Anniversary ke-3
Selalu Ada Cerita Menuju Kemerdekaan

Perayaan HUT Ke-7, Scoodenttial Tak Lekang Oleh Waktu
Syukuran Anniversary Scoodenttial ke-7
Perayaan HUT Ke-7, Scoodenttial Tak Lekang Oleh Waktu

Gelar SUNMORI, ARCI Chapter Madiun Tebar Pesona Aerox 155
ARCI Madiun Chapter
Gelar SUNMORI, ARCI Chapter Madiun Tebar Pesona Aerox 155

Turing Wajib Bikin Silaturahmi Tetap Terjaga
Vario 125-150 eSP Tangerang Owner Community (VTOC)
Turing Wajib Bikin Silaturahmi Tetap Terjaga

AGENDA

Biar Lebih Siap Prepare, Catet Jadwal Lengkap HMC 2016, Nih!
Honda Modif Contest (HMC) 2016
Biar Lebih Siap Prepare, Catet Jadwal Lengkap HMC 2016, Nih!

Para Petouring, Mulai Sekarang Buat List Destinasi Tujuan Loe
Agenda Libur Nasional dan Cuti Bersama
Para Petouring, Mulai Sekarang Buat List Destinasi Tujuan Loe

Manjakan Mata Dengan Kepulan Asap Knalpot
Agenda Balap Minggu 1 Desember
Manjakan Mata Dengan Kepulan Asap Knalpot

Race vs Modificontes
Agenda Minggu IV Mei 2015
Race vs Modificontes

SURAT PEMBACA