Selasa, , 04 Juli 2017 - 11:52 WIB

Test Ride The All New Honda Scoopy

Handling Ajaib, Ini Skutik Ring 12 Bukan, Sih?

Previous Next

JAKARTA, DS. Namanya motor baru, ya, kan, wajib kudu dites. Senjata baru PT Astra Honda Motor (AHM) ini sekarang ngegunain kedua rodanya dengan ukuran 12 inci. The All New Honda Scoopy seolah mengajak para penikmat skuter bernostalgia lebih jauh dengan nuansa vintage. Kalo boleh kita bandingin dengan Honda Scoopy model sebelumnya, hanya sedikit perbedaannya meskipun kaki-kaki skutik ini agak berbeda.

Ini dibuktiin sendiri sama tim DS yang kebetulan dapet kesempatan buat nyobain The All New Honda Scoopy lebih jauh. Lantas apa yang membuat skutik yang dijual Rp 17,8 juta (OTR Jakarta) menjadi magnet yang unik untuk para kaula muda di Indonesia? Baca sampe kelar ya, bray... 

First Impression
Perbandingannya cukup jauh memang antara Honda Scoopy keluaran tahun 2016 dengan yang terbaru ini, bray. Lihat aja desainnya, kalo Scoopy model lama lampu utama dengan lampu sein saling terpisah, justru yang terbaru ini AHM ngebuatnya lebih rapat. Uniknya, desain depan-belakang sama, bray. Kalo pencinta film sci-fi Star Wars, model lampunya kayak robot, ya?

Oiya, Scoopy ring 12 inci udah ngadopsi jenis lampu LED lho, ya. AHM bersabda, bawah skutik ini merupakan skuter matik pertama di Indonesia yang nyematin Headlight LED System. Nah, kalo loe 'ngeh', ternyata Scoopy ring 12 inci lebih ramping dibanding Scoopy lama, yakni 8 mm lebih ramping. Jadi bisa kebayang, dong, nyemplak di atasnya enggak bikin jinjit dan itu juga kebantu sama tinggi joknya yang cuma 744 mm. Eces, lah...

Perubahan lainnya itu di spidometer dan terdapat fitur baru yakni port USB 12V, bray. Desain baru spidometernya enggak jauh beda sih, cuma ada tambahan ECO indikator dan ISS indikator. Selebihnya sama, perpaduan analog untuk tachometer, speedmeter dan buat nuansa digital buat fuelmeter dan jam, bray.

Nah, buat port USB, disebut AHM dan teknikal Wahana Honda, alangkah baiknya ngecas saat motor lagi keadaan standby atau lagi riding. "Port USB ini bisa digunakaan saat mesin mati, karena jalur kelistrikannya langsung ke aki. Baiknya digunakan saat posisi kontak on atau riding. Ini untuk jalur pengisian baterai lebih optimal ke semua sensor," ujar Mukti Abdul Rahman, selaku Technical Training Instructor PT Wahana Makmur Sejati. Oke, deh, pak, langsung capcus, bray.

Eh, iya, lupa, tekan tombol Set buat non-aktifkan alarm. Sebab, Honda Scoopy terbaru ini dilengkapi dengan fitur Anti-theft alarm dan answer back system untuk mempercanggih keamanan motor, baik saat parkir di mana pun, bray. Bruummmm...

Riding Feeling
Di atas posisi duduk, tinggi test rider yang memiliki profil 178 cm mudah aja napak ke tanah, dan seperti yang disebut tadi, karena tinggi jok dan lebar motor cukup ramping sehingga enggak bikin kedua kaki rider harus jenjang, bray. Napak di area bordes pun, tekukan kaki rider yang terbilang tinggi masih cukup leluasa. Hanya saja, joknya emang berasa keras di bokong.

Untungnya, rider dapet kenyaman berkat kedua suspensi depan dan belakang yang dirasa cukup empuk, jadi enggak terlalu masalah banget, lah, bray. Karena genre skutik ini adalah retro modern, rasa-rasanya memang unik karena radius antara kemudi dengan posisi badan cukup nyaman untuk ngendaliin motor. Di atas kertas, Honda Scoopy ini punya bobot 99 kg atau lebih berat 3 kg dari pendahulunya. Tapi menariknya masih terasa enteng, lho.

Yang jadi perhatian khusus adalah ground clearence, bray. Gimana enggak, pasti semua setuju kalo dengan penggunaan ring 12 inci ini, motor terasa cepet saat di dudukin. Tapi faktanya, jarak terendah ke tanah untuk Scoopy ring 12 ini sedikit lebih tinggi 3 mm, yakni 143 mm dari Scoopy ring 14. Sedikit tetapi berarti penting, dan itu artinya kita sama seperti duduk di atas Scoopy ring 14. Terbukti juga masih terbilang aman saat melibas jalanan berlubang atau bergelombang (contohnya polisi tidur).

Kedua rodanya punya profil 100/90-12 (depan) dan 110/90-12 (belakang). Scoopy lama 80/90-14 (depan) dan 90/90-14 (belakang). Nah, Yang membedakan cuma lebar badan, sementara tinggi ban sama yakni 90 mm. Diperhatiin bagaimana ban menampak ke tanah, kedua model baru dan lama jelas berbeda sehingga berpengaruh pada tinggi ground (bisa dilihat dari foto detail).

Performa
Bicara performa, agaknya kurang begitu fair, ya, buat Honda Scoopy. Sebab, kelas skutik ini jelas jauh sekali kalo mau membandingkan dengan Honda BeAT atau lebih gahar lagi ada Honda Vario 150. Uniknya, data yang DS rangkum, power maksimalnya menyentuh 6,7 kW atau 8,98 dk per 7.500 rpm atau sedikit lebih nendang 0.58 dk dari Scoopy sebelumnya.

Begitu juga untuk akselerasinya, Scoopy ring 12 inci ini memiliki angka torsi 9,4 Nm (0,96 kgf.m) per 6.000 rpm, atau lebih gesit 0,72 Nm aja. Mungkin ini lantaran penambahan performa untuk beberapa perubahan dari bobot yang digendong Honda Scoopy, seperti yang disebut tadi, berat 99 kg. Apalagi dengan penggunaan ban lebih berprofil yahud seperti disebut tadi. So far, berkat perubahan ini, kebolehan skutik ini juga cukup kokoh nan handal di segala meda jalanan, trek lurus atau pun jalanan terjal (tanjakan).

Handling
Enggak diraguin lagi, berkat kaki-kaki super duber yang dimiliki The All New Honda Scoopy, keamanan dan kenyamanan di sektor tikungan, skutik ini jauh lebih stabil. Apalagi sistem pengeremannya didukung sistem Combi Brake, fitur andalan AHM untuk semua lini skutiknya di Indonesia.

Lengkap banget, kan?

Mesin:
Tipe Mesin: 4-Langkah, SOCH dengan Pendingin Udara, eSP
Volume Langkah: 108,2 mm
Sistem Suplai Bahan Bakar: Injeksi (PGM-FI)
Diameter x Langkah: 50 x 55,1 mm
Tipe Transmisi: Otomatis, V-Matic
Rasio Kompresi: 9,5:1
Daya Maksimum: 6,7 kW (8.98 dk) / 7.500 rpm
Torsi Maksimum: 9,4 Nm (0,96 kgf.m) / 6.000 rpm
Tipe Starter: Pedal dan Elektrik
Tipe Kopling: Otomatis, Sentrifugal, Tipe Kering

Dimensi:
Panjang x Lebar x Tinggi: 1.847 x 686 x 1.061 mm
Tinggi Tempat Duduk: 744 mm
Jarak Sumbu Roda: 1.257 mm
Jarak Terendah ke Tanah: 143 mm
Curb Weight: 99 kg

Rangka:
Tipe Rangka: Tulang Punggung
Tipe Suspensi Depan: Teleskopik
Tipe Suspensi Belakang: Lengan Ayun dengan Peredam Kejut Tunggal
Ukuran Ban Depan: 100/90 – 12 59J (Tubeless)
Ukuran Ban Belakang: 110/90 – 12 64J (Tubeless)
Rem Depan: Cakram Hidrolik dengan Piston Tunggal
Rem Belakang: Tromol
Sistem pengereman : Combi Brake System

Kelistrikan:
Tipe baterai / Aki: MF Battery 12V - 5Ah
Sistem Pengapian: Full Transisterized, Battery
Tipe Busi: NGK MR9C-9N / DENSO U27EPR-N9
Lampu Depan: LED 2,67 W x 2 (Low); 2,67 W x 3 (High)

Kapasitas:
Kapasitas Tangki Bahan Bakar: 4 Liter
Kapasitas Minyak Pelumas: 0,7 Liter pada penggantian periodik

Komentar

Form Komentar

Community

Kota Pempek Kebagian Jadi Tuan Rumah MAXI DAY!
Maxi Yamaha Day 2017
Kota Pempek Kebagian Jadi Tuan Rumah MAXI DAY!

Hadir di Yamaha Maxi Day, ARCI Tebar Pesonanya
Yamaha Maxi Day Trenggalek
Hadir di Yamaha Maxi Day, ARCI Tebar Pesonanya

Rally Wisata KUTU COMMUNITY Jelajahi Sumatera Barat
KUTU Community
Rally Wisata KUTU COMMUNITY Jelajahi Sumatera Barat

JMO Bantu Korban Bencana Kebakaran Kebon Pala
Bakti Sosial Jakarta Max Owner (JMO)
JMO Bantu Korban Bencana Kebakaran Kebon Pala

AGENDA

Biar Lebih Siap Prepare, Catet Jadwal Lengkap HMC 2016, Nih!
Honda Modif Contest (HMC) 2016
Biar Lebih Siap Prepare, Catet Jadwal Lengkap HMC 2016, Nih!

Para Petouring, Mulai Sekarang Buat List Destinasi Tujuan Loe
Agenda Libur Nasional dan Cuti Bersama
Para Petouring, Mulai Sekarang Buat List Destinasi Tujuan Loe

Manjakan Mata Dengan Kepulan Asap Knalpot
Agenda Balap Minggu 1 Desember
Manjakan Mata Dengan Kepulan Asap Knalpot

Race vs Modificontes
Agenda Minggu IV Mei 2015
Race vs Modificontes

SURAT PEMBACA