Rabu, , 03 Januari 2018 - 12:45 WIB

Suzuki Spin 125

Buang-Buang Waktu Tanpa Sia-Sia

Previous Next

BLITAR, DS. Populasi modifikasi lowrider atau motor-motor dengan kaki-kaki besar nan ceper, sekarang bisa terhitung banget, bray. Meski begitu, bukan berarti eksistensi para pencinta skutik lowrider punah begitu aja, masih ada beberapa pemilik yang mempertahankan konsep ini, seperti Sandy Abdilla dengan Suzuki Spin 125 ini, bray.

“Lowrider Never Die,” cetus Sandy, sapaan akrabnya. Konsep yang doi terapkan untuk skutik 125 cc itu, yakni terinspirasi dari Honda Ruckus, yang sejatinya enggak pernah ada di Indonesia. “Konsep mengambil model Ruckus dimana basic-nya berasal dari Honda. Berhubung di Indo Honda Ruckus tidak beredar, maka saya terapkan konsep itu ke Suzuki Spin 125 milik saya. Saya tertarik karena model ruckus itu unik, imut, karena dari dulu saya suka motor dengan kaki-kaki gambot,” tambahnya.

Project ini terbilang rumit buat doi, bray. Pasalnya, butuh waktu 1 tahun 2 bulan untuk mengejar tampilan skutik kesayangannya ini agar tampil seperti itu. “Proses custom rangka sangat melelahkan. Hasil custom pertama tidak sesuai harapan karena tidak sesuai sketsa contoh frame yang saya print. Alhasil, custom ulang lagi agar sempurna dan sesuai harapan seperti Ruckus asli. Alhamdulillah, puas dari segi desain rangka. Hanya saja perlu penyempurnaan sedikit agar lebih ciamik lagi,” terang warga Blitar, Jawa Timur ini.

Meski cukup membuang-buang waktu, tapi kalo dilihat hasilnya cukup radikal dan mengesankan. Enggak heran, riding pagi-pagi atau wara-wari sore, skutik ini kerap jadi perhatian orang lain. “Wah ini, jadi terbang saya nanti. Hehehe... ya, saya bangga akan hasil karya saya ini. Meski buang-buang waktu dan tenaga dalam satu tahun membangunnya, saya bangga dan ini satu-satunya di Blitar. Btw, tiap riding santai keliling kota, saya diliatin orang-orang. Sampai capek ngejawab pertanyaan "motor apa bro? Ini apa bro? Abis berapa bro?" Hehehehe,” sumringah Sandy.

Lowrider never die...

Data modifikasi:

Ban depan: Swallow X-Worm 100/70 14, Ban belakang: Zeneos Zn62 150/70 14, Pelek: Rotora R14 (3 inch & 5 inch), Teromol: Include Velg, Knalpot: Yamaha Byson, Silinder: Bore Up 57mm Thunder 125, Klep: 28/24, Noken-as: Racing, Karburator: PE 28, Pengapian: Koil Honda Kharisma, Suspensi depan: Ride-it, Suspensi belakang: Combiz Rep GPlus, Handgrip: KTC, Handle rem: Kanan Ride-it, Handle kopling: Kiri Std, Cakram: TAD, Kaliper: Nissin, Gas Spontan: KTC, Jok: Bride Canvas, Master Rem: Ride-it

Bengkel: Mesin (17Modified Blitar), Rangka (Tedy Custom Sawahan Blitar), Cat (Black Metalflake by Sandy Colour Sekardangan)

Komentar

Form Komentar

Community

Sensasi Penutupan Tahun Ala PVN
Satu Dekade Paguyuban Vario Nusantara
Sensasi Penutupan Tahun Ala PVN

Menjalin Silaturahim Itu Penting, Bray
Turing Indonesia Max Owner
Menjalin Silaturahim Itu Penting, Bray

Eratnya Tali Persaudaraan Maxi Surabaya
City Rolling ARCI Surabaya & ARCI Sidoarjo
Eratnya Tali Persaudaraan Maxi Surabaya

UPS Peduli Sesama; Bantu Pembebasan Tanah Wakaf
Anniversary 9th of Universitas Pamulang Scooter
UPS Peduli Sesama; Bantu Pembebasan Tanah Wakaf

AGENDA

Biar Lebih Siap Prepare, Catet Jadwal Lengkap HMC 2016, Nih!
Honda Modif Contest (HMC) 2016
Biar Lebih Siap Prepare, Catet Jadwal Lengkap HMC 2016, Nih!

Para Petouring, Mulai Sekarang Buat List Destinasi Tujuan Loe
Agenda Libur Nasional dan Cuti Bersama
Para Petouring, Mulai Sekarang Buat List Destinasi Tujuan Loe

Manjakan Mata Dengan Kepulan Asap Knalpot
Agenda Balap Minggu 1 Desember
Manjakan Mata Dengan Kepulan Asap Knalpot

Race vs Modificontes
Agenda Minggu IV Mei 2015
Race vs Modificontes

SURAT PEMBACA